Jumat, 22 Januari 2016

my poem


Ketika lelah mulai menyapa
Lelah nalar ini harus berpikir keras
Demi mencari sebuah petunjuk
Yang berujung pada sakit yang membekas
Karena keadaan seperti berbalik

Berbagai keraguan datang
Tanpa permisi hadir di pikiran
Hingga hati terasa bimbang
Tak berdaya merelakan

Atas semua yang telah terjadi
Seluruh raga ini terasa lelah
Ketika segalanya seperti badai
Menghantam hati dalam resah

Saat itulah lelah mulai menyapa
Hari-hariku dengan menyiksa
Membiarkan hati binasa
Sampai ke dasar samudera


Tertaih dalam harapan
Membangkitkan kenangan
Sama saja dengan mengulang
Duka yang telah lama bersarang
Yang tak sudi tuk dijamah lagi

Perubahan zaman tak sepenuhnya
Membawa keindahan pada hidup
Untuk membangun kembali
Harapan-harapan di masa lalu

Harapan itu memang menawarkan
Berjuta-juta keindahan
Tapi, dalam menggapainya
Raga ini tertatih-tatih

Partikel-partikel badai datang
Menguji diri dari awal hingga
Pertengahan jalan menuju
Harapan itu

Dalam rasa yang tertatih ini
Terselip keinginan tuk bisa
Mencapai akhir yang
Membahagiakan

Seandainya
Kata seaindainya tak kan ada habisnya
Hadir tuk menghiasi kata yang terucap
Kata yang hanya membawa semilir angan
Lalu membatasi orang pada kata cukup

Jika banyak kata seandainya yang terucap
Maka bersiaplah mengikhlaskan mimpi-mimpi
Menjadi sebuah kenangan yang tak pernah tergapai
Sebab dibalik kata seandainya menyimpan
Makna menyerah

Lihatlah ketika kita berucap
Seandaianya
Seandainya
Seandainya
Pada akhirnya berujung pada pemikiran
Tidak mungkin bisa

Hanya ada satu kekuatan untuk melawan
Kata seandainya itu adalah memusnahkannya
Dari setiap ruang di pikiran dimulai dari
Sekarang

cadangan bukan pecundang
saat nama terukir di atas kertas
dengan sebuah pernyataan di sampingya
bertuliskan cadangan
memang begitu menyakitkan

ibaratkan menunggu sebuah keputusan semu
jika tidak ada yang mundur maka majulah
terbebaslah kata cadangan itu
tapi, yang menyakitkan adalah
keputusan itu tidak ada kabar beritanya

lebih sakitnya lagi saat mendengar kata orang
bahwa cadangan itu sama dengan pecundang
yang tak pernah bisa mendapatkan apa-apa
hingga nyaris membuat putus asa

tapi berkat status cadangan itu mengubah
sebagian dunia orang-orang yang percaya
akan kuasa-Nya bahwa terkadang apa yang
telah digariskan memang yang terbaik

kata cadangan membuat sebagian orang bisa
melampaui kemampuan sebelumnya
pembuktian itu akan terlihat di masa depan
yang membuktikan siapa kita sesunggunhya










Kamis, 21 Januari 2016

LAGENDA PUTRI DARA NANTE

Lagenda Putri Dara Nante
Dahulu kala, lahir dan tumbulah seorang putri yang cantik jelita, sehingga ia diberi nama Dara Nante. Kecantikannya membuat orang-orang takjub apalagi ia terlahir dari keluarga bangsawan, yang kerajaannya bernama Sukadana. Di Istana Sukadanalah kehidupannya nyaris sempurna. Apa saja yang diinginkan Putri Dara Nante pasti akan terwujud. Tidak hanya cantik, ia juga memiliki hati yang sangat baik kepada semua orang. Hingga semua orang memandangnya dengan penuh kagum.

Di tempat nan jauh, yaitu Nanga Nyeri, hiduplah seorang pemuda bernama Babai Cinga, namun nasibnya sangatlah memprihatinkan, karena sakit yang diderita, membuat dirinya menjadi seorang pemuda buruk rupa, lalu ia pun diasingkan dari desanya. Hingga ia memutuskan untuk tinggal di bawah Bukit Entinyu yang jauh dari desa. Di sanalah ia merasa tenang, dan ia membuat dangau (rumah), dan ia pun melaman (tinggal di hutan) menanam sayur-sayuran. Karena tempat tinggalnya berdekatan dengan aliran sungai, mentimun yang sangat besar itu pun jatuh ke sungai tanpa sepengetahuan Babai Cingga.

Timun itu terus melaju bersama derasnya air, dengan kekuatan yang mengakar timun itu mampu menerjang derasnya arus yang hendak menghantam. Tanpa terasa timun itu mampu melaju meninggalkan, Sungai Entinyu, Sungai Sekayam menuju Sungai Kapuas, kemudian sampailah ia di Kerajaan Sukadana, dan terlihatlah oleh Putri Dara Nante, ia dan beberapa dayang-dayangnya berjalan menuju ke arah timun yang menyangkut di tiang istana yang berada di air. Putri Dara Nante pun mengambilnya, tanpa sengaja ia pun memakan buah mentimun itu sampai habis. Para dayang-dayangnya pun tercengang melihat kelakuan Putri Dara Nante.

Tersiarlah berita bahwa Putri Dara Nante memakan buah mentimun yang tidak jelas asal usulnya. Akhirnya banyak rakyat yang kagum padanya, berbalik mencaci di belakangnya. Karena berita itu sudah sampai ke telinganya, ia pun merasa bersalah atas kehilafanannya. Di depan semua orang ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi dan juga akan mencari siapa pemilik buah mentimun itu. Raja pun merestuinya untuk mencari keberadaan sang pemilik mentimun.

Berbekal informasi dari para pengawal yang telah menyelidiki asal mentimun itu yang berada di Nanga Nyeri, Putri Dara Nante dan beberapa dayang juga pengawalnya berlayar menyusuri Sungai Kapuas selama beberapa hari, kemudian berlayarlah mereka di sebuah sungai yang bernama sungai sekayam, lalu menyusuri sungai entabai. dengan memikul perasaan bersalah, Putri Dara Nante menyimpan janji, jika pemilik mentimun itu perempuan maka ia akan menjadi saudaranya, dan jika pemilik mentimun itu adalah seorang lelaki maka akan menjadi suaminya itulah yang ia katakana kepada orang-orang.

Tibalah mereka di desa bernama Nanga Nyeri, dan ia mengumpulakan orang-orang, untuk bertanya siapa yang menanam buah mentimun yang telah dimakannya. Tapi, tidak ada satu orang pun yang menanam timun yang dikatakan oleh Putri Dara Nante,

“Tidak mungkin, di antara kalian yang tidak menanam timun itu, apakah orang-orang di desa ini sudah tahu semua berita kedatanganku?”

“Ada satu orang yang belum datang ke sini, tapi tidak mungkin dia yang menanam timun itu!”

“Kalau begitu, tolong panggilkan orang itu!!!”

“Dia tinggal di dekat bukit Entinyu, lumayan jauh dari desa”

“Tidak mengapa, atau tunjukan di mana keberadaan orang itu, biar kami yang pergi ke sana”

Berkat informasi dari warga, Putri Dara Nante bersama dayang dan pengawal segera menghampiri kebenaran berita tersebut. Berjalan dengan menuju arah asap yang mengepul, akhirnya mereka melihat sebuah dangau (rumah kecil) di kaki bukit, terlihatlah sekelilingnya ada banyak sekali sayuran-sayuran yang memiliki ukuran jumbo dengan sungai yang mengalir tenang di samping tumbuhan itu. Putri Dara Nante pun baru mengerti dan yakin bahwa buah timun memang berasal dari tempat tersebut.

Terdengarlah suara batuk di dalam rumah tersebut. Putri Dara Nante pun menghampirinya.

“Permisi” sambil mengetuk pintunya

Keluarlah si Babai Cingga, terlihatlah sesosok pria yang buruk rupa juga berbau busuk, sampai-sampai para dayang dan pengawalnya pun menutup hidung mereka. Putri Dara Nante pun melihat sosok tersebut lalu ia tersenyum dan mengatakan maksud kedatangannya.

“Apakah tuan yang bernama Babai Cingga?”
“Ya saya sendiri, ada apa kalian ke sini? Bukankah kalian mengasingkan saya selama ini?”

“Tujuan kami datang ke sini sebenarnya adalah mencari pemilik buah mentimun yang saya temukan di tepian Istana Sukadana. Karena saya ingin meminta maaf telah lancang memakan buah mentimun tanpa seizin anda. Sebagai gantinya jika tuan berkenan, saya akan menunaikan janji saya pada semua orang. jika pemilik buah ini adalah seorang perempuan maka akan menjadi saudara saya, dan jika seorang laki-laki maka saya bersedia menikah dengannya”

“Apakah saya pantas menjadi pendamping hidup, seorang putri seperti nona? Bukannya saya menolak tetapi saya tidak merasa pantas saja”

“Tuan, saya tidak pernah melihat seseorang dari rupa maupun keturunannya. Saya sangat ikhlas menerima tuan, itu pun jika tuan berkenan menikah dengan saya”

Atas izin yang di Atas, Putri Dara Nante dan Babai Cingga pun menikah di desa tersebut. Dalam perjalanan pulang ke Kerajaan Sukadana, tiba-tiba Putri Dara Nante pun merasakan kelelahan hingga singgahlah rombongannya di suatu tempat, dan dengan ajaibnya seluruh Badan Babai Cingga bersinar hingga membuat semua orang kaget, melihat penyakit Babai Cingga telah sembuh. Putri Dara Nante pun takjub melihatnya, hingga ia memutuskan untuk mendirikan kerajaan di tempat tersebut dan diberilah nama Sanggau.

Di kerajaan Sanggau, Putri Dara Nante menjadi raja perempuan pertama yang memerintah kerajaan dan Babai Cingga menjadi temenggungnya. Mereka pun menjalankan roda pemerintahan dengan damai, juga melahirkan penerus yang tak kalah hebat seperti orang tuannya.

Hingga pada akhirnya Separuh hidup yang tersisa sangatlah bahagia bagi Putri Dara Nante dan Juga Babai Cingga.



Selasa, 19 Januari 2016

PUISI: DEFINISI SAHABAT




  














S: seindah rangkulan mu di bahuku
A:anganku takkan pernah tabu
H: hanya jiwamulah yang setulus
A: asa memberiku nasehat termanis
B: berbalut keyakinan dari hati
A: ajakanmu tak pernah menyakiti
T: terciptalah harapan tuk menjadi satu



Definisi sahabat

Untaian kata sahabat laksana pemberi warna dalam hidup
Untuk mendefinisikannya bukanlah perkara mudah
Butuh energi sepenuh hati untuk rasa yang ingin diungkap
Tentang orang yang selalu mendengar keluh kesah

Sahabat adalah yang membuatku terasa ada
Sahabat juga memberiku ruang tuk mengerti
sahabat  memiliki radar mengingatkan dikala lupa
sahabat terbaik selalu membawa senyum di setiap hari

kehadiran sahabat di setiap keadaan  terasa suntuk
memberikan suasana baru yang membuat hati terasa terketuk
berkat petuahnya yang terkadang membuat hati menjelma hidup
hingga merelakan bahunya tuk bersandar tatkala hidup terasa pengap









Jumat, 15 Januari 2016

SAINGIL CHUKKA HAMNIDA MIRDHA


Saingil Chukka Hamnida Mirdha

Sahabat  seperti cahaya yang menarangi diri di antara kabut pagi yang terlihat pekat. Kata-katanya penuh makna, walaupun terkadang tak tersampaikan langsung, tapi ia mengekspersikan lewat perbuatan. Pola inspirasi itu terbentuk dari sebuah persahabatan, maka ingin kubagikan sepotong kisah tentang sahabatku ini, dan biarkanlah sepotongnya lagi menjadi rahasia yang semua orang tak perlu tahu.

Dear Joena Mirdha Yurfiza
Mirdha Yurfiza, begitulah nama aslinya, teman kuliahnya biasa memanggil Mirdha, sedangkan teman SMA-nya biasa memanggil Mimin, ia adalah gadis kelahiran Sanggau 3 Januari 1995. Ia merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara, dan kedua saudaranya merupkan laki-laki loh. Kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam semester 5B. Hobinya adalah memasak, bahkan keluarganya merupakan orang-orang yang suka memasak. Hobi tersebutlah ia mulai meramu impian di masa depannya. 

Keinginan di masa depannya ialah menjadi seorang bussines women di bidang kuliner. sosok anak IPA yang menyukai akuntansi ini saat SMA, akhirnya melepaskan impiannya untuk masuk jurusan ekonomi, dikarenakan sudah diterima di jurusan KPI.

Jurusan KPI, memang ia minati juga, karena selain memasak passion-nya juga ada dibidang sastra. Sejak SD sangat gemar membaca dan memiliki harapan menjadi seorang penulis, bahkan ia pernah menjadikan rumahnya waktu kecil menjadi perpustakaan yang bisa dikunjungi teman-temannya untuk membaca, dan impian masa kecil itu terwujud saat masuk di jurusan yang dijalani sekarang. Menjalani dunia broadcasting menjadi rutinitasnya di semester 5, dan kini seiring bergulirnya waktu ia sudah menjalani kuliahnya dengan sepenuh hati.

Mimpinya untuk menjadi seorang pebisnis kuliner tidak pernah berhenti, berkat kegemaran memasak, ia pun sering membawa bekal yang aneh-aneh ke kampus, dan ada yang menyarankannya untuk berjualan. Di situlah awal mulanya ia berjualan pizza, yang dijual seharga 10 ribu. Namun usahanya pun tak berjalan lama, dan kemudian ia kembali hadir dengan usaha keripik pare balado, yang rasanya cukup pahit namun setelah dimakan enak juga, karena proses jadinya membutuhkan sinar matahari, membuatnya usaha keripiknya pun tidak bertahan lama. Melihat kegigihannya dalam berjualan ada seorang kakak tingkat yang dikenalnya mengajak untuk berbisnis kuliner, yang beroperasi mulai bulan puasa 2015 dengan bermodalkan gerobak dan menyewa depan ruko orang, ia dan beberapa orang rekannya pun menjalankan usaha martabak mininya. Ada banyak hal yang harus dikorbankan selama berjualan terutama kesehatan, keseringan sakit membuat kedua orang tuanya menyuruhnya untuk berhenti dari berjualan martabak mini, dengan berat hati ia pun harus merelakan uang yang ia investasikan lenyap, dikarenakan pemberhentian kerjanya.

Ide bisnis yang brilliant sedang digalinya untuk melanjutkan impiannya menjadi pebisnis kuliner. Dalam penantian itu ia kini disibukan dengan konsentrasi broadcasting yang diambilnya. Kesibukan memang sudah menjadi kesehariannya, mungkin ada hikmahnya juga ia berhenti dari jualan martabak mini. Hidupnya mulai menjadi termanajemen dengan baik kembali.

Mirdha Is Independent Ladies Inspiration
Kata inspirasi tak bisa terlepas darinya, dan darinya aku belajar banyak hal. Bahkan ia mengenalkanku pada dunia kepenulisan lebih dalam lagi. Bahkan ialah yang banyak mengajarkanku teknik kepenulisan darinya, bercerita tentang pemeran dalam novel-novel adalah hal yang mengasyikan saat bertemu dengannya atau membicarakan tentang drama korea yang selesai ditonton, membuatku berpikir “ini orang nyambung diajak ngomong apa pun deh” apalagi tentang dunia kepenulisan.

Ia juga banyak mengubah cara pandangku yang salah terhadap kehidupan. Terutama dalam belajar untuk mandiri. Hidup jauh dari orang tua, memang bisa melatih diri untuk mandiri, tapi ia berbeda ia menjadikan kata mandiri diaplikasikan dalam setiap tindakannya. Sesuatu yang indah darinya adalah ketika kata-kata sukses terlantun dari mulutnya dan mulai menyadarkanku “kemandirian yang akan mengantarkanmu menuju kesuksesan”. Kemandirian itu juga membuat pola pikir menjadi lebih dewasa. Alasan ia mencari uang sendiri dengan jualan juga, karena jiwa kemandiriannya, karena ia tidak mau bergantung sepenuhnya pada orang tua dalam masalah uang.

Keistimewaan dalam dirinya memang terlihat saat pertama kali kami bertemu. Dalam menilai orang aku termasuk yang melihatnya dari sisi kesan pertama, jika ia baik maka baik pulalah ia selanjutnya begitu juga sebaliknya. Ia dan aku karena memang sama-sama orang Sanggau jadi nyambung deh kalau ngomong, dan berkat pertemuan kami di Dakwah Fair pada saat pertemuan membahas karya apa yang dipersembahkan. Di situlah pertemanan kami dimulai, prediksiku terhadapnya tidak salah dan ternyata memang benar ia adalah sosok perempuan mandiri yang menginspirasi.

Saingil Chukka Hamnida Ya Joena (Sayang)
Berhubung dalam rangka hari jadimu, tapi maaf agak telat, kuucapkan padamu Ahjumma “Saingil Chukka Hamnida”  ke-21 semoga panjang umur, murah rezeki, dipermudah segala urusan baik urusan dunia maupun akhirat, terus semangat menjalani hari dalam menanti impian yang telah dibangun, dan semoga mendapatkan jodoh yang diridhai Allah. Jangan pernah melupakan diri ini ya teman, sekali kita teman maka selamanya akan berteman walaupun kita tidak berada di tempat yang sama lagi, amin.

Mungkin hanya tulisan sederhana ini yang bisa kupersembahkan untukmu, sob. Terima kasih karena telah menjadi sahabat dan juga mau mendengar keluh kesahku selama ini, semoga rasa persahabatan akan berjalan seperti ini selamanya, sekali lagi HAPPY BIRTHDAY TO YOU, semoga Allah selalu menyertai langkahmu ya. Sepertinya tak habis kata untuk menuliskan tentangmu, baiklah dengan berat hati dan singkat kata Kamshamida untuk inspirasi yang kau berikan Mirdha.

Teruntuk Sahabatku Mirdha YurfizaJ J J




Kamis, 14 Januari 2016

TERBELENGGU PESONA HATI


Terbelengu Pesona Hati 

Takjub rasa saat ada sebuah tanda Tanya melintas di hati.
Takjub itu terbelenggu dalam dua kemungkinan
Takjub pertama karena pesonanya seperti memancar
Hingga membuat hati seperti tersenyum
Takjub kedua, yang terkadang
membiarkan pesona itu pudar seketika

Dua rasa itu layaknya sebuah keputusan
Yang akan segera ada titik terangnya,
Atau mungkin saja hanya sebuah firasat

Belenggu rasa berwujud dalam setiap gerak
Tercipta lewat pesona yang ditawarkan
Menari indah bersama untaian kata,
 seketika membuatku Tersadar
bisa saja ada yang tersembunyi dibalik kata
Atau mungkin ini hanya sebatas pesona kebaikan saja

Karena hati terlanjur merasakan  rasa itu
Walau sulit tuk memahaminya, biarlah
Pesonanya menjadi sebuah misteri
Yang tak kan ada satu orang pun tahu
Melebur bersama belenggu rasa
Ditemani sang waktu



Sabtu, 09 Januari 2016

KEPAKAN SAYAP MUSLIMAH KAFFAH


Kepakan Sayap Muslimah Kaffah

Muslimah Kaffah, Laksana malaikat bersayap indah, mengepakan sayap kanannya dengan iman dan kepakan sayap kiri dengan taqwa, ketika sayap-sayap itu istiqamah maka akan mengantarkan setiap insan pada jalan cahaya menuju surga-Nya. Semua itu dihitung dari berapa banyak pahala yang telah dikumpulkan. Untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala maka dibutuhkan sebuah formula, di antaranya ialah:

Antara Muslimah dan Kaffah
Muslimah adalah sebuah panggilan bagi seorang perempuan Islam, sedangkan kaffah memiliki pengertian menyeluruh. maka antara muslimah dan kaffah merupakan dua unsur yang harus disatukan kemudian membentuk makna, bahwa seorang harus menjadi seorang muslimah secara keseluruhan baik itu sikap dan sifatnya, ibadah, sesuai dengan ketentuan Islam yang kan berdampak baik  pada kehidupan dunia dan akhirat.
Al-Quran menjelaskan juga pada manusia untuk mengislamkan dirinya secara kaffah seperti dalam surah al-Baqarah ayat 208 yang berbunyi:
$yg•ƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$# ’Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø‹¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Ar߉tã ×ûüÎ7•B ÇËÉÑÈ  
Artinya: wahai orang yang beriman! Masuklah dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu.
Sifat dan sikap muslimah yang kaffah tercermin dalam keseharian, contoh kecilnya saja tersenyum saat bertemu dengan siapa pun itu, selalu berpikiran positif, juga tidak menyImpan penyakit hai seperti iri dengki, hasad, hasud, dkk. Jika ingin menjadi muslimah kaffah, tapi masih setengah-setengah, maka niat itu akan luntur bersama dosa yang diperbuat
Ibadah seorang muslimah kaffah, menjalankan syariatnya dengan sepenuh hati, contoh kecilnya lagi seperti shalat tepat waktu, raganya tidak selalu dibasahai wudhu. Ibadah-ibadah yang wajib maupun yang sunnah, dijalankan maka muslimah sudah menjalani proses menuju kaffahnya, dan mengepakan sayap kanannya dengan iman untuk menuju surga-Nya.

Hijrah Sesegera Mungkin
Ingin masuk surga? Makanya cepat-cepat pindah dari masa jahiliyah menuju masa yang tenang dan teduh akhlaknya. Memang manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Allah akan selalu membuka pintu maaf bagi hambanya yang mau bertobat. Lalu bagaimana dengan waktu untuk berhijrah itu? maka jawabannya sederhana sekarang.
 jika sudah memiliki niat kenapa harus ditunda? Karena akan ada beribu-ribu setan yang akan berusaha menghasut sampai kita membatalkan niat. Memang saat hijrah kita tidak langsung  sepenuhnya berubah kaffah, tapi butuh proses untuk mencapai hijrah yang hakiki itu.
Bagi muslimah, yang merasa udah PMS, memang sebuah keharusan untuk menutupi auratnya dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki. Sepertinya setiap muslimah sudah tahu akan kewajiban hal itu, tapi hanya sebagian muslimah saja yang peka, hingga muncullah fenomena seorang perempuan mengaku Islam tapi tidak memakai hijab. Banyak tulisan yang mencantumkan ayat ini sebagi pondasi untuk berhijab, sekali lagi maka renungkanlah.
$pkš‰r'¯»tƒ ÓÉ<¨Z9$# @è% y7Å_ºurø—X{ y7Ï?$uZt/ur Ïä!$|¡ÎSur tûüÏZÏB÷sßJø9$# šúüÏRô‰ãƒ £`ÍköŽn=tã `ÏB £`ÎgÎ6Î6»n=y_ 4 y7Ï9ºsŒ #’oT÷Šr& br& z`øùt÷èムŸxsù tûøïsŒ÷sム3 šc%x.ur ª!$# #Y‘qàÿxî $VJŠÏm§‘ ÇÎÒÈ  

Wahai nabi! Katakanlah kepada isteri-isteri, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “hendaklah menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak mudah diganggu, dan Allah maha penyayang dan maha pengampun.
Berbagai alasan menjadi keputusannya untuk tidak menjalankan syariat.Alasan-alasan tersebut seperti takut kecantikannya tidak terlihat, belum siap, mau menjilbabi hati dulu baru raga, ada lagi karena alasan profesi, dan dilarang suami. Semua itu basi. Sebagai muslimah yang pernah mengenyam pendidikan pasti tahu, Islam juga memiliki alasan kenapa memerintahkan kita untuk berhijab, diantaranya yang mengatakan bahwa hijab akan menutupi kecantikan, justru kebalikannya hijab berfungsi sebagai pelindung kecantikan  bagi diri agar tidak cacat sedikitpun baik fisik maupun mentalnya, baik itu dari fitnah-fitnah, juga dari kejahatan yang siap mengintai di manapun berada, rata-rata perempuan yang mengalami kejahatan apalagi kejahatan fisik adalah mereka yang tidak menutup auratnya.
Kemudian belum siap, Islam sudah mewanti-wanti para muslimah untuk berhijab setelah akhir baligh bukankah itu menjadi alasan kuatnya, jika kita mengatakan belum siap karena masih banyak hal yang harus diubah dalam diri yang dilakukan, itu salah karena dengan mengenakan hijab ia akan menjadi kontrol diri untuk tidak melakukan kejahatan. Terkadang saat mengenakan hijab rasa malu untuk berbuat kejahatan itu ada, hingga ia memang sebagai pengontrol diri. Alasan profesi, itu bukanlah hal yang perlu menjadi dasar kuat untuk menutup hati pada hijab, percayalah Allah telah mengatur setiap rezeki kepada umatnya, ada banyak profesi lain yang bisa kita pilih untuk menuju ridha-Nya.

Istiqamah Harga Mati
Bagi yang sudah memakai hijab, perlulah istiqamah walau seperti apa pun badai menghantam. Dengan hijablah muslimah akan menuju kaffahnya iman dan taqwa. Jangan jadi muslimah yang setengah-setengah, jika kita berKTP Islam, maka seluruh kehidupan yang dijalani harus sesuai syariat. Semakin diri berbuat baik maka selama itulah pahala itu akan terus mengalir.
Memang saat kita berkomitmen untuk berhijrah badai yang menghantam begitu kuat, apa lagi di tengah kehidupan era modernitas saat ini, menuntut manusianya untuk mengikuti gaya hidup yang terkadang bertentangan dengan Islam, tapi sebagai muslimah yang cerdas haruslah menanamkan istiqamah di setiap gerak denyut nadi, dan berpegang pada sayap kanan dengan iman dan sayap kiri dengan taqwa, agar tidak jatuh terhempas di tempat yang salah, dan sayap itu akan membawa ke tempat yang benar.