Kamis, 07 Januari 2016

DONGENG: TUAH

Tuah
Terkisahkan di dua negeri bernama Balai di sebelah Timur dan Karangan di sebelah Barat. Hiduplah dua pasang anak manusia bernama Dara yang berada di negeri Balai dan Bujang di negeri Karangan. Kedua negeri itu menggunakan bahasa yang sama hingga ada sebuah pohon disebut dengan Kayu Tuah, dan ia berada di antara kedua negeri itu, juga menjadi pembatas kedua negeri, di sanalah mereka menemukan tuah (keberuntungan).

Di negeri Timur, terdengar teriakan seorang ibu yang sedang memarahi anaknya, ialah si gadis bernama Dara, ia sering dimarahi karena kasyikan bermain di sungai Sekayam, bersama teman-temannya. Pada hari itu ibunya marah besar karena si Dara tidak mau mendengarkan perkataan ibunya untuk melakukan pekerjaan rumah.

Betuah nok, ada anak dara malar nyak nyimpat merobat bemain, tadi umak nyuruh betopas leseng ah konai nok?beruntung ya punya anak dara, suka nyeleweng bermain, padahal tadi ibu menyuruh menyapu ke mana saja telinganya.

Si Dara hanya terdiam mendengar sang ibu memarahinya, sambil membetulkan kerudung yang sempat ditarik ibunya dan  karena tidak ingin mendengar ibunya marah-marah lagi, ia pun lari sekencang-kencangnya menyusuri pinggir sungai.

Sementara itu di waktu yang sama di negeri Barat si Bujang, yang sering dimarahi orang tuanya karena sering bermain tanpa mengingat waktu, hingga sore menjelang dengan sarung yang masih dipakainya juga kopiah yang masih bertenger di kepala, sang ibu pun memarahinya.

Ooo Bujang, saja betuah nok baru pulang ke rumah tu, konai jak ikau nyak? keluar dari rumah melolam pulang dah bahari, saja memang lah ikau nyak. Bagus empanak jak ikau pulang nyak, cari jak makan minum ikau senirikya ampun Bujang, beruntung ya,  baru pulang ke rumah sekarang, ke mana saja kamu? Pergi dari rumah pagi pulangnya sore, memang lah kamu ya. Lebih baik jangan kamu pulang, cari makan minum kamu sendiri.

Umak nyosar kula, kalau piak kula pogi jak dari rumah tukibu mengusir saya, kalau begitu saya akan pergi dari rumah ini.

Bujang pun pergi dan tidak menghiraukan teriakan ibunya lagi dan berjalan menyusuri sungai Sekayam. Di negeri Timur, si Dara pun berjalan ke arah Barat hingga ia melihat sebuah pohon yang tampak seperti layaknya pohon, tapi yang membuatnya berbeda adalah pohon itu seperti bersinar memancarkan kilauannya hingga membuat hutan itu bersinar terang. Si Dara pun berjalan menghampirinya dan ia pun bersandar di bawah pohon itu sambil menangis tersedu-sedu.

Tidak lama kemudian si Bujang pun melihat cahaya yang berasal dari sebuah pohon yang tampak bersinar terang, dan ia pun menghampirinya, ia perlahan duduk dan menyandarkan kepalanya. Tiba-tiba ia heran karena mendengar suara isakan tangis dari pohon itu.

Sopay nyak, inang kau nyak ngacau aku segala antu bangkitSiapa itu? jangan kamu menggangu aku hantu!!!”

“Ikau sopay, kula bukan antu bangkit kula Dara” Kamu siapa? Aku Dara bukan hantu.

“Kula Bujang, jadi ikau betina yang nungu kayu’ tuk. Ji urang madah ada kayu antara antong Barat dengan antong Timur, nya mawa tuah teros ada penungu ah, tapi aku ajom pecaya jolu macam enya’, aku pecaya dengan Allah jak.” Aku Bujang, jadi kamu hantu perempuan penunggu pohon ini?. kata orang ada pohon antara tempat barat dan tempat timur, dia membawa keberuntungan terus ada penunggunya, tapi aku tidak percaya hal seperti itu, aku hanya percaya pada Allah saja.

Kula buka penungu kayu’ tu bah. Inang-inang ikau yang antu bangit? Sopay pun ikau, aku nyak bekesah, ngapay umakku malar ngerota’ aku bemain. Malar nyak becutak jak am, aku ajom gak malar bemarong jak am, aku udah ngaji baru am aku bemarong, tapi umakku nuduh aku malar nyak bemain jak ji ah. Kopa aku malar dituduh macam nyak” Aku bukan hantu penunggu pohon. Jangan-jangan kamu yang hantu? Siapa pun kamu, aku ingin bercerita, kenapa ibuku sering melarang aku untuk bermain, sering marah saja, aku tidak juga sering bermain, sesudah mengaji barulah aku bermain, tapi ibuku bilang aku sering bermain saja.

Sama jak upa nasib ikau dengan aku, umak ku gak malar becutak dengan aku. Padah ah aku malar nyak bemain, padahal bah aku malar berlajar ngaji gak, selain nyak aku ngael, tapi mada kala mawa pulang, kami dah dapat ikan langsung ditunu disia’ am, ari tu umakku bonar-bonar ngangat am nyaSama nasib kita berdua. Ibuku juga sering memarahi aku. Dibilang sering bermain, padahal aku sering belajar mengaji juga, selain itu aku memancing, tapi tidak membawa pulang hasilnya, dapat ikan langsung dibakar di situ saja. hari ini ibuku marah besar.

Secara tiba-tiba pohon itu tampak bergerak, pohon itu pun bersuara hingga membuat kedua anak manusia ini kaget.
Oy anak manusia, aku tuk kayu Tuah, aku sama macam kitak ciptaan Allah gak, kitak sepatut ah besyukur masih ada umak-apak lengkap, ajom macam aku senirik am sebatang kara, kalau kitak ngerasa ajom salah padah baik-baik dengan urang tua nyak. Inang ngelalis, bole ninga omong orang tua, kalau umak diri nyuruh diri kerja dulu di rumah, kerja tih dulu, baru bemain, kalau nyak ngaji inang cuman belajar di luar jak, belajar gak di rumah, kalau kitak piak nyaman kau urang tua ngeliat ahOh anak manusia, aku ini kayu beruntung, aku seperti kalin ciptaan Allah juga, kita seharusnya bersyukur masih ada ibu dan bapak, tidak seperti aku hanya sendiri dan sebatang kara. Jika kalian merasa tidak bersalah katakana baik-baik pada orang tua. jangan membangkang, tidak mau mendengar omongan orang tua, jika ibumu menyuruh mengerjakan pekerjaan rumah kerjakan dulu, jikan mau mengaji jangan Cuma belajar di luar belajar juga di rumah juga, jika seperti itu orang tua akan senang melihatnya.

Tiba-tiba dari arah barat dan timur munculah kedua orang tua dari anak tersebut. dan mereka pun memeluk putra dan putri mereka, mendengar teriakan dari balik pohon, mereka pun terkaget bahwa ada orang tua  dengan seorang anak seperti mereka juga. Si dara pun kaget bahwa ada seorang anak pria, yang bersama dengannya di balik pohon.

Hah ikau manusia kira tih antu bangkit” si bujang berkata. Hah kamu manusia, kirain hantu.

Inang macam tu’ agik ngelari diri di utan tu, bahaya apay agik sampai nyak ke negeri seborang” Jangan seperti ini lagi melarikan diri di hutan, bahaya tahu apalagi sampai ke negeri sebelah.

Ikau pun peak gak bujang, inang ,macam nyak agik, upa betina ah gak gaya ah, ngelari diriKamu juga begitu bujang, jangan seperti itu lagi, macam perempuan gayanya, melarikan diri.

Mereka pun berkata jujur dan berkata yang sebenar benarnya bahwa mereka tidak hanya bermain saja, melainkan juga belajar ilmu agama dan mereka pun berjanji akan mendengarkan apa kata orang tua. sehingga permasalahan itu pun dapat diluruskan.


Si pohon tuah pun merasa bersyukur dan beruntung karena bisa menasehatkan kedua anak manusia tadi, dalam pancaran kilauan dirinya ia tampak tersenyum merasakan tuah yang ia berikan.

Selasa, 05 Januari 2016

NIKMAT MALAM


Nikmat Malam

Banyak orang yang menghabiskan malam dengan caranya sendiri, termasuk aku. Walau hidup susah, terasa berat, dengan wajah lesu, tapi ada suatu hal yang istimewa yang patut disyukuri untuk menutup malam yang terasa indah nan syahdu ini, yaitu rasa nikmat.

Yah, malam tak pernah membuat manusia merasakan susah, sedih, dan sesak, namun terkadang karena keadaan membuat kita menyalahkan nikmat malam yang dianugerahkan Allah, padahal ia menyimpan sejuta keindahan di balik kegelapannya ada gemintang yang bertaburan, dan adanya bulan yang bundar namun terkadang juga sabit.

Meskinya kita harus bersyukur, karena diberikan kesempatan merasakan nikmat malam yang syahdu ini. karena banyak orang tidak seberuntung kita, meski  ada keterbatasan tapi mereka tetap bersyukur seperti pengamen di lampu merah yang kulihat 5 Januari 2015, Selasa, puku 08.00 mereka masih bisa tertawa bersama rekan-rekannya, juga seorang ibu yang paruh baya yang menengadah tangannya dan memberikan senyuman walaupun kakinya terlihat cacat.

Salah satu cara terbaik mensyukuri hidup adalah dengan menghargai setiap malam yang Allah anugerahkan pada diri. Pada malam yang kian menggelapkan dirinya, dan mulai terlelap tidur, akan kubisikan sedikit pengharapan tuk esok hari agar tetap seperti malam ini merasakan dengan nafas yang terasa lapang dan menghirup udara yang segar.


Semoga malam-malam berikutnya, rasa syukur itu selalu menggema di dalam sanubari, dan menjalar hingga ke seluruh raga, bersama hangatnya mentari pagi yang menari-nari di bundaran sinarnya. Pada sinar bulan yang kian meredupakan langit di malam hari, kupasrahkan hatiku tuk berlabuh pada bantal yang terasa seempuk awan putih dan menghempaskan tubuh di atas bulan sabit yang terlihat begitu indah, bersama nikmat malam yang terus melintasi hati layaknya hujan meteor yang selalu melintasi langit malam.

Sabtu, 02 Januari 2016

MENULIS YUK KAWAN


Menulis Yuk Kawan
Hai-hai, di malam minggu ini, enaknya ngapain ya? (lagi mikir), dan a few minutes letter, ketemu dan jawabannya adalah MENULIS, susasana kos yang heboh karena ada duo mules, si Uchu yang suka berpose ala miss universe, juga orang yang selalu mengukir indah alis, dan si muam yang suka berkicau dan tak bisa diam, dan gak pernah abis topic yang dibicarakan. Itu adalah salah satu contoh godaan terbesar untuk orang yang ingin menjadi penulis. Sebenarnya bingung mau nulis apa tadi, tapi dari mereka juga aku mulai menulis kata demi kata.

Kenapa kita harus menulis, bagi yang mau aja ya karena jika kita ingin diri dikenal orang dan ketika sudah tidak ada di dunia ini maka karya kitalah yang menjadikan orang-orang ingat bahwa raga ini pernah hidup di dunia, itulah kelebihan menulis. Selanjutnya menulis juga memilki manfaat yaitu kita bisa bermanfaat bagi orang lain, dengan  membagikan ilmu yang dipunya dalam bentuk karya.

Memang untuk menjadi terkenal dan karyanya best seller, kita perlu bersabar dan menerima setiap prosesnya. Dengan menulis juga, kita bisa meluapkan segala amarah dan kegundahan yang berkecamuk dalam hati, dan setelah menuliskannya dalam lembaran-lembaran kertas semua rasa sakit itu perlahan hilang bersama air mata yang tumpah hingga muncullah rasa tenang,  gak percaya coba deh.

Menjadi seorang penulis itu memang sebuah proses, juga harus banyak pengalaman baik itu senang, sedih dan susah dari situlah kita bisa menuliskan apa yang dirasakan. Percayalah menjadi penulis itu membuat kata seandainya menjadi patah hingga menemui titik terang bersama pergerakan waktu. Yakinilah menjadi seorang penulis kita menjadi apa pun yang diinginkan, trust me ok.

Bagaimana cara menjadi seorang penulis, mungkin aku bukan orang yang sudah tidak perlu diragukan lagi dibidang ini, tapi aku mau belajar dari nol dan membaca adalah kunci utama kita bisa memperbanyak kosa kata dalam tulisan. Memang belajar dengan pakarnya adalah cara terbaik untuk menjadi penulis, atau juga masuk dalam komunitas penulis juga membuat kita bisa belajar banyak hal tentang kepenulisan.

Namun tidak ada salahnya juga kita memilih jalan kita sendiri dan asal sesuai dengan hukum dan agama yang dianut saja. menjadi seorang penulis juga banyak cobaannya loh, awal –awal kita sudah berkomitmen saja ada ribuan halangan yang menghadang.

Jangan takut salah, namanya juga manusia tempat khilaf dan salah, di Indonesia juga setiap warga negaranya bebas mengemukakan pendapat, maka kemukanan dengan caramu sendiri. Kemudian menulis itu harus terima keritikan meski sepahit dan sepedas apa pun itu, berpositiflah dari mereka juga kita bisa bermetamorfosa menjadi sesuatu yang tak pernah mereka bayankan sebelumnya.

Contohnya saja aku, dulu saat masih bergabung di komunitas menulis, waktu itu ada senior yang mengatakan dan masih melekat di hati dan pikiranku dan katanya “Tidak ilmiah sekali tulisan kamu!” gara-gara aku menggunakan kata transformasi pada tulisan sebenarnya panas sih hati mendengarnya, tapi dari situlah aku banyak belajar tentang kepenulisan dan  aku percaya suatu hari nanti aku bisa menulis semua jenis tulisan apa pun.


Ayo kawan menulislah, selagi kita masih muda, dan pikirkan ide sebanyak mungkin. terakhir you can do it, guys, and believe in God!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kamis, 31 Desember 2015

FENOMENA NGANTUK


Fenomena Ngantuk
Fenomena ngantuk adalah sebuah gejala di mana si penyandangnya merasakan mata terasa berat, hingga membuat mata berkedip-kedip mengeluarkan air mata, dan terjadilah proses menguap, hingga munculah kata-kata, haaaaaaaaaaaaaaaaa, nguantuk.

Hari ini merupakan ujian terberat bagiku, Jumat 1 Januari 2016, mulai pukul 01. 20, sudah mulai merasakan tanda-tanda mata ini tak bisa berfokus untuk mengetik, suasananya mendukung pula, dengan alunan music yang melankolis, terus suhu udara yang masih dingin akibat baru selesai hujan dan udara yang tampak sayu, rasanya semua kompak dan bersorak untuk menyuruh memejamkan mata.

Oh tidak, aku harus bisa melawan rasa ngantuk!!! demi tugas  masalahnya besok euy, menyesal juga tidak mengerjakannya jauh-jauh hari. nasib sudah menjadi bubur, baru saja setengah perjalanan mengerjakannya sepertinya mata ini sudah bergrilia menyuruh raga untuk berbaring di kasur.

Berbagai cara untuk menghilangkan rasa ngantuk, sebelum ngantuk ini makin parah, aku menggambar dulu, tapi hasilnya tetap saja, NGANTUK. Memang sih pada jam-jam segini mata memang sering mengantuk. Bahkan ada sebuah studi kasus di jepang yang ku ketahui bahwa para pekerjanya diberikan jam istirahat tidur siangnya, WOW bukan?


Ngantuk memang melanda manusia, tanpa permisi, bisa kapan saja dan di mana pun berada, tapi jangan sekarang waktuku tidaklah banyak, semakin menunda-nundanya pekerjaan ini tidak akan selesai. Tidur yang efekitf memang saat malam, tapi terkadang mata ini rasanya masih betah melek, sepertinya fenomean ngantuk ini menjungkir balikan keadaan, ada apa denganku? hanya bisa berdoa semoga fenomena ngantuk ini segera enyah. L L L L

Selasa, 29 Desember 2015

SENANDUNG KISAH SEINDAH NAMANYA



Senandung kisah Seindah Namanya
Hati tersentuh, saat terdengar gema lantunan huruf demi huruf dengan merdunya, dan ini bukanlah sembarang lagu, melainkan lagu yang bisa menyelamatkan diri dari dunia dan akhirat, itu ialah al-Quran senandung pereda amarah, yang kan berkisah tentang pelantunnya dengan harapan-harapan yang ada digengamannya. Seperti yang disampaikan oleh Aidh al-Qarni “Hiduplah bersama al-Quran, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkan. Sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan”

Sang Qoriah Lillahi Ta’ala
Indah Dwi Saprina, kelahiran Pontianak, 23 Juni 1995. Biasa dipanggil Indah, Terlahir dari keluarga yang cinta al-Quran, membuat suaranya seindah namanya. Semua itu ia peroleh melalui sebuah proses, yang menghantarkannya pada sebuah ingatan tentangnya bahwa ia adalah seorang Qoriah. Kisah itu berawal dari keseringan melihat dan mendengarkan keluarganya berlatih mengaji di rumah, terutama kakaknya, dirinya mengatakan awalnya tidak pernah ada kepikiran untuk menjadi Qoriah, tetapi hatinya tersentuh karena dalam kesehariannya sering bersentuhan dengan al-Quran.
Sejak kecil ia mulai berlatih, belajar dengan ayah dan kakaknya yang memang juga seorang pelantun dan pecinta al-Quran,  seperti belajar pada umumnya ia juga memahami al-quran dari nol, tidak hanya dengan belajar, ia juga sudah mengikuti lomba sejak SD, karena memanng dengan lomba lah kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan dalam menerapkan ilmu tersebut. dalam hal perlombaan tersebut ada campur tangan keluargannya. Di balik namanya sekarang ada sosok ayah yang begitu mendukungnya.
Ayahnya yang memilki mitra memperkenalkan pada dunia MTQ, menjadikan itu sebagai rutinitas yang dijalani. Sebelum ia mengikuti MTQ secara matang ia ada koneksi dengan seorang bisa dibilang pelatih dan pembimbingnya, dari beliau juga ia belajar banyak untuk melantunkan ayat suci al-quran dengan merdunya. MTQ dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional sudah pernah diikutinya.
Ia mengatakan semua itu butuh proses, latihan, pembiasaan, dan juga pengorbanan. Tak lupa juga lakukan semua itu karena Allah, dan insya Allah atas izin-Nya semua akan berjalan pada jalurnya. Tapi, ketika dekat dengan al-Quran semuanya terasa menjadi lebih indah.

Asam Manisnya MTQ
Sedikit kisah  tentang ya,  MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) kalau di artikan lomba pembacaan quran, Suatu perlombaan di mana berusaha untuk mengupas isi dalam al-quran  nah kalau tilawah membacanya dengan nada, seperti  lagu bayyati (cabangnya bayyati jawabul-jawab) hijaz (cabangnya hijaz kard), nahawan (cabangnya nahawan jawab), rast (cabangnya zinjiran) jiharka, sika,( cabangnya sika Turki) shoba, MTQ terdiri dibagai atas beberapa cabang, 4 cabang, (1) Qiraatul quran,(2) khatil quran, (3) syarhil quran, dan (4) fahmil quran.
1.      Qiraatul quran lomba membaca quran dengan menggunakan lagu itu, bayyati (cabangnya bayyati jawabul-jawab) hijaz (cabangnya hijaz kard), nahawan (cabangnya nahawan jawab), rast (cabangnya zinjiran) jiharka, sika,( cabangnya sika Turki) shoba, ada juga tartil ngaji tanpa menggunakan lagu (untuk anak-anak).
2.      Khatil quran,diperlombakan ada 7 yaitu: naskhi, tsulus,diwani, diwani jali, farisi, kufi, riqah, (gaya tulisan yang diperlombakan) dan ini merupakan cabang seni lukis tulisan arab yang terbagi menjadi 3cabang yaitu dekorasi, mushaf, naskah. (nama perlombaan).
3.      Syarhil quran, terdiri dari 1 regu berisikan 3 orang, di mana masing anggota memiliki peran sebagai pensyarah (menjalaskan moderator), qori (yang mengaji), saritilwah (penerjemah).
4.      Fahmil quran, lomba cerdas cermat terdari tiga orang, soal soal yang diperlombakan umum biasanya, Meliputi PKN, Sejarah, IPS. Fiqih, Bahasa Inggris, ada seorang jubir, pertama babak paket setiap kelompok 1 amplop, berisikan beberapa soal, kalau tidak bisa menjawab dilempar ke kelompok dan hanya jubir boleh ngomong, babak rebutan baru kedua rekannya boleh ngomong,  ada dua tambahan soal sudah mendekati final seperti ilmu mawaris (pembagian warisan) dan fathurrahaman (dewan hakim membaca satu ayat, kemudian cari di kitab tersebut).
Perjalanan karirnya tidaklah selalu mulus, ada saja rintangan yang menghalangi, dikarenakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal itu terjadi pada saat ia hendak mengikuti lomba yang sangat akbar, seharusnya ia yang paling berhak, tetapi oleh kebijakan ia hampir saja tidak jadi ikut, tidak hanya itu ada hal yang harus ia korbankan yaitu pendidikannya, semua demi impiannya. Memang pada dasarnya mengikuti MTQ ini memang harus pandai-pandai membangun koneksi, karena tidak semua perlombaan itu murni dan objektif penilaiannya, seperti pada  teori hello efek dalam manajemen mengatakan bahwa seorang penilai itu akan menilai segala sesuatu berdasarkan hubungan kekerabatan yang dekat. Hal tersebut memang sudah menjadi hukum alam bagi sebagian manusia.
Itulah terkadang membuat orang malas untuk mengikuti MTQ, bakat-bakat hebat terkadang susah untuk ditemukan. Dikarenakan kekecewaan. Atas peristiwa tersebut, hanyalah bisa menyerahkannya pada Allah zat yang mengetahui segala-galanya. Indah juga merasa sangat terganggu atas ketidak adilan tersebut.

Akrabi Al-Quran Pesan Ayah
“Pesan ayah pada Indah amalkan al-Quran dalam setiap nafas, karena itu yang bisa menyelamatkan kita dari segala macam tipu daya fatamorgana” kata-kata ayahnya mengema hingga ke hati, yang kemudian mengalir dalam setiap tindakannya. Dari sosok ayah yang begitu bersahaja ia mulai meniti kehidupan yang begitu syahdu diiringi senandung al-quran yang tak pernah putus.
al-Quran juga banyak mengubah hidupnya, melalui tahapan-tahapan tanpa disadari. Tahapan itu berawal ketika ia hendak hijrah, dari yang dulunya hanya berpenampilan seadanya, hingga berkomitmen untuk memakai hijab sesuai dengan ketentuam syariat. Untuk memulainya tidaklah mudah, dan butuh keberanian dan percaya diri yang kuat. Dibalik keputusan itu ada sosok yang mendukungnya dari belakang yaitu dari keluarga dan teman-teman yang menyayanginya. Lingkungan yang memang sangat mendukukungnya menjadi alasan kuat ia untuk berhijrah.
pesan ayah yang ia terapkan, juga ia semaikan dalam setiap tindakannya, kesederhanaan dan keramahan selalu terpancar dari wajah yang disapu oleh aliran air wudhu, hingga prinsip itulah yang menjadi pengontrol dalam setiap tindakannya. Nikmat yang Allah titipkan dalam senandung merdu yang dilafazkan membawanya pada kehidupan Islam yang kaffah. Dirinya juga berusaha istiqomah dan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi.

Membuka Tirai Masa Depan
Semua orang punya masa depan, dan pasti keinginan yang muluk-muluk. Sang qoriah ini juga  menginginkan sebuah profesi di mana orang-orang dapat merasakan manfaatnya. Al-quran membawanya pada sebuah kepercayaan orang-orang terhadapnya dan keluarga, hingga atas permintaan warga di sekitar tempat tinggalnya untuk membuat TPA dan pada akhirnya atas bantuan kerabat-kerabat jadilah ruang di samping rumahnya untuk mengajarkan ngaji anak-anak, tidak sedikit anak-anak yang ingin mengaji di tempat tersebut, namun karena kurangnya tenaga pengajar dan juga ruang membuat anak-anak yang mengaji di situ juga dibatasi, banyak anak-anak yang kecewa atas keputusan tersebut.
Mencintai al-quran membuatnya melangkah menuju satu titik terang pada masa depannya, hingga tidak lagi bertanya dalam hati mau di bawa kemana nasib ini. Ia sempat heran kenapa orang-orang begitu antusias dan begitu menaruh percaya penuh padanya dan keluarga. Pada dasarnya hal itu memang sebuah pencitraan yang ia bangun sejak lama, hingga membuat besar namanya dan membuat orang-orang menaruh kepercayaan dan menyarankan untuk mendirikan TPA. Impiannya tidak hanya sebatas menjadikan TPA-nya bisa dirasakan oleh banyak orang. tetapi ada impian-impian lain yang ingin ia wujudkan.
                Harapan yang ia wujudkan di masa depan ialah bisa membuat hati orang-orang tersentuh tidak hanya dengan senandung al-Quran melainkan juga kata-kata motivasi darinya yang bernadakan dakwah. Karena ia ingin apa yang dilakukan, dipikirkan semuanya berdasarkan al-Quran. Namun, ada satu hal yang masih menjadi kendala baginya yaitu kepercayaan diri belum  bisa ia tanamkan, memang Indah adalah sosok yang bisa dibilang mampu untuk melakukannya, tapi rasa takut itu masih bersenyam dalam hati, sepatutnya sebagai muslimah yang baik kita harus bisa melawan rasa itu, dan mengambil kesempatan yang ada, karena kesempatan untuk menjadi da’i itu datang tidak berkali-kali, teman.

 Ada sebuah kata bijak untuk mengakhiri tulisan ini, dari seorang ustad yang pasti sudah tahu, yaitu Ustad Yusuf Mansur “Harapan adalah awal. Tapi bila berhenti hanya pada harapan, maka kaki kita hanya berpijak bukan melangkah” renungkanlah……………

Foto-foto saat MTQ


FOTO AWAL-AWAL MTQ





Jumat, 25 Desember 2015

SEMOGA BERJODOH

Semoga Berjodoh

Cinta adalah sebuah kata sakral, menjelma dalam Kesyahduan yang tampak pada  beningnya ikrar. Keistimewaan cinta yang hakiki itu tercermin dalam ikrar sehidup semati. Cinta memang indah, dan terkadang ia diidentikan dengan dua pasang manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Sebagian orang yang menjalani prosesi penjajakan, dan Atas nama cinta yang dibangun ada terselip harapan, keinginan, dan impian menuju ridha-Nya, seperti kisah dua sejoli yang penuh pro dan kontra ini, dan waktu akan membuktikan cinta itu akan resmi atau tidak , juga atas restu dari yang Kuasa.

Tentang Dua Insan
 Dimulai dari calon imamnya dulu ya, ia adalah Jaka Darmarullah, pangilannya, Jaka, Jack, Jacky, Jengkol, dan Sunbee (pangilan dalam bahasa korea)  bebas memilih yang mana enaknya aja. Ia seorang yang cukup visioner. Tumbuh dalam lingkungan pesantren membuat setiap pemikirannya berdasarkan syariat Islam. Ia juga seorang organisator, aktif dalam organisasi mahasiswa, apalagi dalam berorasi hingga membuat orang mengangguk-anggukan kepala. Banyak hal positif dari dirinya yang bisa dipetik terutama pengalamannya dalam mendapatkan uang, ia pernah bekerja di asuransi jasa, juga mencoba peruntungan dalam berbisnis garmen sedarhana.

Nah sekarang bahas sang hawanya, nama lengkap Elsi dini mardiati, nama panggilan paling populernya ialah Cici. Ia merupakan anak rantauan, dari kampungnya para penulis-penulis terkenal seperti Buya Hamka (karya tengelamnya Kapal Van Der Wick) juga Ahmad Fuadi (karya: Negeri Lima Menara), udah tahukan, itu loh daerah asalnya rendang, ya Padang Namonyo. Gadis hitam manis ini merupakan sosok mandiri, yang perlu untuk kita contohi, karena ia tidak hanya kuliah melainkan juga bekerja di warung milik keluarga, dari gajinya itulah ia bertahan hidup, dan ia tidak meminta uang jajan pada orang tuanya lagi, hebat ya.

Ini kisah tentang rasa yang datang tanpa mengucapkan assalamualaikum, atau mengetuknya lebih dahulu, rasa itu mengalir begitu saja. cerita itu berawal dari study tour, di dalam bis tanpa sengaja sang hawa pun duduk sendiri, dan sang imam pun duduk disampinya. Di tengah perjalanan, sang imam pun replek menjatuhkan kepalanya ke bahu sang hawa, dari situlah bibit rasa itu mulai disemai, dan kejadian itu pun mendapat reaksi dari ketua jurusan hingga teman-teman, dan akhirnya semua orang selalu mencomblangkan mereka,

tapi prosesnya tidak sampai disitu saja, dan itu pada tahap saling mengenal satu sama lain lewat teman dekat juga seperti via telepon, sang hawa tidak membiarkan hatinya didapatkan dengan mudah, dan kesungguhan hati itulah yang mengantarkan mereka pada status ta’aruf. Kisah tadi berdasarkan penuturan sang hawa ya.

Tentang kontroversi cinta
Cinta mewarnai waktu dengan sekenario yang tak terduga. Terkadang hatilah yang menjadi kobannya, adakalanya juga ia bisa terasa manis sepanjang waktu. Memang topik tentang cinta tak akanada habisnya untuk dibahas, dan memang sudah ditetapkan menjadi kontroversi sepanjang masa, itu berlaku bagi siapa saja yang menjalaninya, seperti pada dua sejoli ini.

Pada awal menjalani hubungan, memang terasa indah, dan sering mengingatkan, contohnya pada saat datangnya waktu shalat, sang imam mengatakan lewat via SMS “shalat yuk!!!”, tutur sang hawa. Di pertengahan hubungan mulailah ada gonjang-ganjing, percekcokan itu ada. Pada kenyataannya memang dua sejoli ini selalu terlihat dalam keadaan apa pun selalu melengkapi, tapi tulah awal cinta menjadi sebuah kontroversi.

Kontroversi cinta, yang kapan pun siap meledakan partikel-partikelnya pada siapa pun. mungkin rasa itu sedang diuji, akibat selalu bersama, membuat sebagian orang angkat bicara, memberikan petuah-petuahnya, dari awal-awal hubungan tersebut sudah dinasehat. Ikatan yang terlalu kuat itu memang sangat sulit untuk dibuka, apalagi direngangkan, hingga tak mudah untuk membuat hati menjadi peka. Manusia memang tak luput dari khilaf dan salah, maka kehatian-hatian harus menjadi prinsip dalam sebuah hubungan.

Ketidaksukaan orang-orang terhadap diri, mungkin bisa menjadi alarm bagi diri untuk bangun dan hijrah menuju diri yang lebih baik, buktikan jika memang tidak merasa bersalah, dengan prestasi, tidak hanya dengan omongan, tapi dengan bukti nyata. Tinggalkan sepotong jejak dengan mengagumkan, meski sepotongnya lagi terdapat luka.

Sang hawa ingatlah bahwa pembelaan terkadang tidak memandang mana yang benar dan mana yang salah, terpenting ia memenangkan pendapatnya, disitulah kewaspadaan perlu ada, orang-orang yang awalnya percaya penuh pada nilai persatuan, terpecah, hanya menyisakan serpihan kasihan saja, memang cinta itu tidak perlu untuk dihentikan, dalam ketidaktahuan cinta menjadi boomerang, hingga menjadikannya seperti bom waktu, yang siap meledak kapan pun itu.

Sang imam renungkanlah menaati nurani akan menuntun pada suatu titik terang, jika hati terkunci, dan mengabaikan pinta nurani, maka cinta itu bisa membutakan setiap orang yang menjalaninya. Jika menginginkan sesuatu yang besar, tak perlulah mengorbankan banyak hal, lakukan dengan cara sedarhana, percayalah akan kuasa-Nya bahwa segala sesuatu itu mudah, jika dilakukan dengan cinta dan kasih dan semua kan berjalan dengan indahnya.

Tentang Langkah Menuju Surga-Nya
semakin lama hubungan dijalani, maka manisnya pun perlahan memudar, berganti pada masa di mana semua sikap dan sifat asli tidak lagi sembunyi di balik topeng. Saat itulah sebuah proses menerima kekurangannya masing-masing, karena cinta itu seperti air yang mengalir begitu tenangnya hingga membawanya pada sebuah ketulusan jiwa, maka jangan nodai dengan kehilafan-kehilafan yang tak beralasan.

alangkah indahnya jika cinta itu dikrarkan dengan jalan yang halal. Tak perlu lagi ada fitnah dan cemburu, memang untuk membina cinta yang hakiki tidak perlu terburu-buru, perlu untuk mengenalnya terlebih dahulu, tapi, terlalu lama juga akan membuat cinta yang sejak awal berkomitmen terasa indah dan manisnya, saat membina langkah menuju surganya, ia perlahan pudar yang hanya menyisakan sedikit getaran saja. jika tak mau hal itu terjadi maka, segeralah !!! Jika proses saling mengenal itu terasa sudah sempurna, maka tak ada kata nanti. Bukankah Allah sudah mengingatkan pada dua insan yang memilki daya tarik satu sama lain, dalam surah an-Nissa ayat 1:

wahai manusia, bertakwalah kepada tuhanmu yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) menciptakan pasanganya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakan  laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta , dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Jangan ada keraguan akan kuasa-Nya, untuk mencapai surga-Nya yang hakiki, perlu dukungan dari dua pasang insan satu sama lainnya. Ada pepatah yang mengatakan dibalik pria yang hebat ada sosok perempuan yang hebat di belakannya yang mendukung tanpa henti. Ingatlah pada kata-kata Jadilah manusia yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Perubahan, perkembangan, pergerakan, kehidupan baru atau apalah itu namanya tidak akan akan pernah terjadi jika kisah yang kita ciptakan putus di tengah jalan, maka selesaikanlah dengan indah. Biarkan ketulusan hati meronta-ronta pada nurani, mengatakan bahwa semoga berjodoh, hingga membuat cinta itu menjadi tenang, dan sebening rasa yang tak kasat mata.


Ada satu pantun untuk kalian yang semoga berjodoh J J J J J

Ujungnya malam
Pertanda cerahnya hilal
Ucapkan salam
Pada cinta yang halal



Sabtu, 19 Desember 2015

MEMANDANG REMBULAN


Memandang rembulan

menghitung bintang
tak kan ada habisnya
karena mustahil bisa

Berbeda dengan rembulan
Hanya ada Satu
Cahayanya seperti kuntum
Mawar yang berjatuhan

Keindahan itu terlihat
Di balik jendela

Ia seakan tersenyum padaku
Membuat resah pun menepi

Indah pun bersemi
Rasa seakan utuh

Hai apa kabar rembulan, malam minggu 19 Desember 2015, sabtu tentunya, dimulai pukul 6. 46, masih terlihat cahayamu menerangi kamarku, dengan penuh senyuman kutuliskan keindahanmu dalam bait-bait harapan.

Rembulan adalah fenomena alam yang patut disyukuri, karenanya kita dapat merasakan cahaya di kegelapan malam. Walau hati resah, terasa tertusuk sembilu sekalipun, coba deh lihat kelangit yang hitam, rasa itu akan hilang secara perlahan, berganti dengan senyuman. Bahkan ada ulama yang mengatakan “barang siapa tidak menghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya” oleh Siriy as-Saqathi. Karena itu kita patut mensyukuri nikmat.

Nah, manfaatkan waktu yang sedikit ini untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan, duduk sejenak dan lihat betapa indahnya langit malam. Meski terkadang kita merasa tidak pantas untuk merasakan nikmat itu, percayalah bahwa tidak ada manusia yang lupat dari kesalahan dan dosa bahkan Abu Nawas pernah berkata “kuakui dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosaku” maka nikmatilah hidupmu saat ini, karena waktu tak akan pernah kembali.

Coba renungkan lagi, di bawah cahaya rembulan yang bertahtakan kenikmatan, singkirkan resahmu  dan ciptakan zona bahagiamu, seperti kata Dr Aidh al-Qarni “kemuliaan itu tidak diberikan secara Cuma-Cuma. Kemuliaan itu didapat dengan kesungguhan dan diperoleh dengan pengorbanan. Rasa sakit yang sedetik itu terasa bagaikan sehari, dan kenikmatan sehari itu serasa sedetik. Malam yang bahagia itu terasa sangat pendek, sedangkan malam yang penuh kedukaan terasa sangat panjang dan berat.”

Lakukan hal sesuka hati, di bawah rembulan, kerlap-kerlipnya mampu membuatmu jatuh hati hingga melting, hanya satu pintaku saat waktu teristimewa ini, semoga malam-malam selanjutnya akan seperti ini, bisa memandang keindahnnya di balik tirai jendela dengan sayup-sayup angin yang bersiul berlalu secara perlahan.

Rembulan, sepertinya aku kehabisan kata-kata untuk mendefinisikan, karena hanya ada satu kata yang dapat melukiskannya yaitu INDAH.  Sepertinya syair-syair termerdupun mulai dilantunkan menyeru umat manusia menjalankan ibadahnya. Tibalah saatnya untuk kuberhenti sejenak memandang rembulan, pada pukul 07. 20.