Selasa, 15 Desember 2015

TEARS OF QALBU

Tears Of Qalbu

Mungkin judulnya kelihatan cengeng, melankolis, atau lagi ada masalah. Memang pada saat ini, rasanya kehidupan yang dijalani terasa begitu berat. Semua manusia, termasuk yang membaca tulisan ini pasti pernah meneteskan air mata. Bahkan bayi yang baru lahir saja, ketika pertama kali keluar dari rahim ibunya,menangis, dan mengeluarkan air mata.

Air mata terkadang diidentikkan dengan seorang perempuan, mungkin karena perempuan itu punya rasa sensitifitas tinggi terhadap masalah kali ya. Hingga begitu mudahnya butiran-butiran air itu keluar dari mata indahnya, menangis itu relative, kenapa? Orang mengeluarkan air mata itu tidak hanya karena bersedih saja, tapi juga menangis karena bahagia. Tapi kali ini yang ingin shere adalah air mata yang keluar karena rasa bimbang dan sedih.

Rabu, 16 Desember 2015, tepatnya pukul 06. 20 kutuliskan rasa yang semua orang pernah rasakan, yaitu menenteskan air mata. Dengan alunan lagu yang melankolis berjudul Broken Hearts dari Acha, makin menambah suasana tersedu-sedu, setelah lamunan panjang, dan berpikir tiada habisnya, maka kurasa air mata menjadi langkah awal tuk memulai hari baru.
Terkadang kehidupan tidak selalu mulus, semakin bertambah umur seseorang maka bertambah dewasa pula seseorang dan dan tingkat permasalahan itu memang datangnya sesuai dengan kedewasaan. Jika ingin memutar waktu, rasanya aku akan memilih kembali ke masa kecil yang penuh canda tawa, dan senyuman disetiap harinya.

Orang bilang, air mata itu pertanda cengeng, dan kekanak-kanakan. Itu adalah persepsi yang salah. Tahukah kalian dengan mengeluarkan air mata, itu bisa mengurangi beban masalah, setiap butiran air yang keluar dari mata, seperti sebuah terapi untuk hati bisa menenangkan diri. Jika air mata itu tidak keluar rasa sakitnya tuh di sini (nunjuk ke hati) seperti tertikam belati hingga membuat hati bisa terobek-robek dengan sadisnya. Bahasaku puitis abis ye.

Memang sebagai manusia yang memilki kekuatan iman dan taqwa, kita tidak boleh terlalu berlarut-larut dalam kesedihan akan luka yang bahkan berat sekalipun. Dengan mengikhlaskannya, dan bersabar, juga bertawakal kepada Allah adalah jalan terbaik. Percaya akan kuasa Allah haruslah ditanamkan, insya Allah solusinya akan ditemukan secara perlahan.
Tulisan ini bukan untuk, pamer atau mengadu pada dunia, bahwa keadaan sedih itu harus dipublikasikan. Dengan menuliskan setiap kata demi kata hingga membentuk kalimat, lalu menjadi satu paragraph yang utuh, serasa kesedihan itu bisa berkurang, bahkan dengan menulis, rasa air mata dengan pandangan yang berbeda itu bisa menghilangkan esensi rapuhnya hati.

Masalah memang tidak bisa kita publikasikan begitu saja, biarlah itu menjadi privasi yang hanya sang empunya masalah dan Allah saja yang tahu. Di akhir kisah tentang air mata yang tulus dari hati ini, ingin kukatakan bahwa, jangan pernah menahan air mata, jika ingn menangi, maka menangislah. Dengan mengeluarkan air mata, kita bisa mengeluarkan racun-racun di mata dan bisa membuat mata menjadi sehat, tapi sesuai kadarnya ya.

Bismillah, semoga hari bisa tersenyum kembali, dan merasakan indahnya nikmat kehidupan yang diberikan Allah saat ini, karena setiap tetesan air mata tadi telah mengembalikan energy untuk memulai kehidupan baru, dan berusaha berpikiran positif, cause I can di it, tanamkan dalam hati ya guys. Akhirnya selaesai juga tulisan ini pada pukul 06. 48.

Sabtu, 12 Desember 2015

The Perfect Muslimah is inspiring book

The Perfect Muslimah
perempuan yang indah akhlaknya, teduh parasnya, brilian otaknya, mantap agamanya, luas pergaulannya, dahsyat prestasinya, hebat kontribusinya, siapa yang tidak mau menjadi seperti itu, dan semua itu ada dalam buku the perfect muslimah karya Ahmad Rifa’I Rif’an. Diterbitkan pada tahun 2013 oleh PT Alex Media Komputindo, berjumlah 290 halaman.

Buku ini terasa ringan dan sederhana dalam penyampaiannya, salut rasanya ternyata dibalik karya terbaik ini adalah sosok seorang pria, yang sangat menghormati perempua, saking ia menghormati baik orang-orang yang dicintai, maupun bagi setiap perempuan ia tulis dengan butiran-butiran mutiara yang sangat memuka bagi siapa saja yang membacanya.

Buku ini memperlihatkan proses perjalanan perempuan lewat kisah, yang terkadang saat membacanya bisa tersenyum sendiri. Buku ini mengedukasi pembaca bahwa perempuan itu tidak hanya sebatas calon ibu rumah tangga yang sekedar mengurus anak dan suami, tapi hakikinya perempuan itu memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya, ia bisa memilki peran yang ganda. Karena pengahargaan tinggi penulis pada sosok-sosok perempuan, ia berani memberi judul ini dengan kata sempurna, namun tetap pada etika penulisan kata yang sopan dan sederhana.

Ada kata memukau dari penulis yaitu pada bagian 1 halaman 1 “saya percaya, bahwa kesempurnanan seorang manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Maka, setiap rasa kagum pada seseorang. Saya selalu menyisakan  ruang dalam jiwa untuk menerima segala kekurangannya. Paling tidak sebagai obat jika kelak ada rasa kecewa”

Berikut kata-kata yang sangat menginspirasi dari seorang pria untuk para perempuan-perempuan.
“Jadilah muslimah super. Muslimah yang punya impian dan cita-cita dahsyat. Jangan pernah takut menarget hal muluk. Karena pertolongan Allah pasti akan hadir bagi hamba-Nya yang punya niat baik untuk maju dan sukses di masa depan” Halaman 15.

“Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang diminum, akan melahirkan dahaga atas ilmu yang baru lagi. Keingintahuan mereka terhadap ilmu tak pernah terpuaskan. Inilah dahaga paling indah, yakni dahaga terhadap ilmu pengetahuan” halaman 19

“Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa ilmu, jadinya ragu. Agama dan ilmu tanpa seni jadinya kaku” halaman 23

“Di dalam mengarungi kehidupan banyak ombak dan mungkin badai yang akan dihadapi, tanpa itulah seni kehidupan. Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan kita hingga sampai ketujuan. Bekerja dengan sungguh-sungguh. Berdoa dengan sungguh-sungguh” halaman 37

Jika terpaksa harus membenci sebuah kata, maka bencilah kata rata-rata. Benci jadi orang yang rata-rata rezekinya, prestasinya rata-rata, nilainya rata-rata, kontribusinya rata-rata, tampangnya rata-rata, jabatannya rata-rata, gajinya rata-rata, amalnya rata-rata, perjuangannya rata-rata. Padahal karunia Tuhan pada manusia adalah sesempurna-sempurnannya. Harusnya prestasinya juga melejit, rezekinya melangit, kala gagal segera bangkit, sekali hidup harusnya rezekinya hebat” halaman 43

“Mereka mampu menangani gejolak jiwa dengan menyirami benih impian yang ada. masalah boleh datang, tetapi cita-cita jangan sampai goyang. Ujian boleh hadir, tapi impian jangan sampai mati”
“Orang biasa tetapi melakukan pekerjaan-pekerjaan besar. Itu yang lebih kita butuhkan dibandingkan orang yang kelihatannya besar. Tetapi hanya mampu melakukan pekerjaan yang remeh. Kehidupan the perfect muslimah bukan untuk dikagumi. Tapi untuk diteladani. Bukan untuk disanjung-sanjung, tapi untuk dihikamati, bukan untuk dipuji-puji. Tapi untuk dijadikan pedoman untuk menggapai kualitas pribadi yang makin berkembang dari waktu ke waktu”

Sebenarnya ingin kutulis tiap bait-bait kata yang ada dibuku ini, tapi waktu tak akan pernah cukup. Buku ini patut diapresiasi, untuk menjadi seorang muslimah kita harus memiliki sifat visoner, yang tak mudah terkena benturan apa pun, dan selalu membentengi diri dengan segenap iman. Memang proses kehidupan yang akan memperlihatkan siapa kita sebenarnya, maka dari itu untuk menjalaninya butuh yang namanya kekuatan, bukan seperti kekuatan wonder women tetapi, kekuatan percaya diri. Dari sifat itu semua partikel kekuatan itu akan menjadi satu dan menjadi satu kesatuan yang utuh. Percayalah sobat, ini juga berlaku bagi kaum pria…………………..


Kamis, 10 Desember 2015

BINTANG SIRIUS MENJELANG SUBUH

Bintang Sirius Menjelang Subuh

Layaknya sebuah harapan yang terukir lewat senyum, hingga membuat pagi, Selasa 8 Desember 2015, di dusun Raut Kayan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau terasa sebuah kejutan. Embun yang terasa singgah dan melebur dalam lapisan kulit terluar yang terlihat, terasa begitu mengusik suhu tubuh, dan terjadilah “menggigil”. Bayangkan saja, bangun di pagi buta sekitar pukul 3 pagi di daerah perbukitan pula. Sebenarnya aku tak akan bangun jika tidak mendengar suara brisik temanku. Sama seperti hari sebelumya, setelah bangun tidur langsung ke WC dan mandi. Itu adalah awal kisah petualangan penelitian yang tak terlupakan

Pada hari sebelumnya saja, terasa mandi dicampur es batu, dinginnya luar biasa. bayangkan saja sebelum subuh berkumandang kami sudah cebar-cebur di dalam WC, karena tak tahan dengan air yang kebangetan dinginnya itu, aku pun menyiram air ke tubuh secara perlahan, dan walhasil setelah keluar dari WC, kulihat deretan mereka yang mengantri mandi, seperti ngantri BLT (bantuan langsung tunai), hahaha, maafkan aku ya teman-teman.

Kembali lagi ke cerita awal. Pada hari kedua, aku bangun seperti hari sebelumnya, karena mendengar kehebohan dari temanku itu. Setelah terbangun aku pun bersiap-siap pergi ke kamar mandi karena kamar mandi masjidnya hanya dua, jadi harus menunggu. Tanpa sadar aku, melihat ke langit, hatiku terasa seperti pujangga yang siap untuk mengelarkan syair terbaiknya dan kukatakan kepada temanku yang sama sedang menunggu antrian “kamu tahu gak apa nama bintang yang paling terang itu” temanku pun menjawab “gak tahu”, dengan senyum berbinar aku mengatakan “itu namanya bintang Sirius”

Momennya sangat pas menurutku, metaku tak terhenti melihat ke langit yang masih terlihat gelap dengan dihiasi taburan bintang, tapi mataku hanya tertuju pada satu bintang itu yaitu Sirius. Saat melihat bintang Sirius menjelang subuh itu, aku merasa keadaan kembali di mana aku dengan impian mulukku yang cukup memukau itu yaitu aku ingin melihat bintang dari dekat, karena aku suka semua benda yang berada di angkasa. Dulu aku sangat menyukai pelajaran galaksi bima sakti dan jagad raya makanya aku tahu. Hehehe, sedikit pamer, gak apa-apakan

Aku merasa impianku sejak kecil terkabul, melihat keindahan bintang sirius di atas bukit, dan ia memancarkan keindahnnya di pagi yang syahdu itu. Meski cita-citaku pupus untuk menjadi bagian dari orang BMKG (badan Meteologi, dan Geofisika), karena dengan profesi itu aku bisa melihat keindahan bumi dan angkasanya, sebenarnya impianku hampir terwujud, karena waktu SMA, ada peluang untuk masuk UGM, dan aku ingin sekali masuk jurusan itu, tapi mimpi itu terhalang restu orang tua. tak apalah jika aku ke sana, mungkin aku tak akan bisa melihat keindahnnya di subuh, dan hari itu luka itu terasa terobati, dan mata ini tak henti-hentinya memandang keindahannya yang terasa dekat.


Subuh yang tak akan kulupakan seumur hidup, keindahan jagat raya yang tanpa sengaja mampir di depan mata, membuatku kembali semangat menjalani proses kehidupan, dan aku merasa mimpi-mimpiku terasa hidup dan semakin dekat denganku. Terima kasih ya Allah engkau telah mempertemukan aku dengan subuh yang begitu syahdu ditemani bintang Sirius yang hampir membuatku melting seperti es krim…………




Jumat, 04 Desember 2015

DENTINGAN GELAS PECAH


Dentingan gelas pecah
Ketika suara gelas pecah berdenting kuat di telinga, hati pun ikut terbanting hingga terluka. Gelas pecah selalu diidentikan dengan pertanda buruk, seolah ia adalah alarm bagi orang-orang yang percaya akan hal tersebut. Memang denting tak pernah salah, tapi setidaknya gelas yang pecah itu harus memberi alasan agar hati tak serasa badai yang mengahantam tanpa permisi. Sayangnya, bukan firasat itu yang dipertanyakan.

Ini tentang gejolak rasa, ketika semuanya terasa biasa-biasa saja, lalu dikejutkan seperti suara dentingan gelas pecah, sakit, sakit, dan sakit, serpihan-serpihan kacanya serasa menusuk, hingga merobek hati ini hingga hancur tak bersisa, karena sebuah keegoisan dari yang tak mau mengerti.

Gelas kaca yang tampak mewah dan indah saja, saat berada di pinggir meja, lalu kemudian tersentuh sedikit, jatuhnya begitu mengenaskan hingga menghilangkan esensi mewahnya lagi, yang ada hanyalah tinggal partikel-partikel kaca tergeletak tak berarti di lantai.

Sebuah kepercayaan dibangun dengan pengharapan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, seketika pudar bersama rasa yang sudah terlanjur basah bagaikan diiris sembilu ini. Tidak ada lagi keindahan dalam kebersamaan yang ada hanyalah ketegangan.

Andai waktu bisa diputar, mungkin pengharapan untuk sebuah alarm pencegah badai ingin dipasang, hingga ia tak menjadi mimpi buruk dalam tidur, tapi dentingan suara gelas itu sudah mengalir bersama kuatnya arus yang membawanya pada suatu batu besar dan menahannya untuk tidak pergi dengan mudah, hati pun sudah mencoba untuk keluar dari pusaran air yang terhalang batu, tapi sepertinya tidak berhasil. Maka hati pun harus merelakan dan hanya bisa termenung dan sekali-kali mengingat suara gelas pecah itu



Rabu, 02 Desember 2015

inspiring book



Assalamaualaikum, Wr. Wb. Akhirnya selesai juga membaca buku yang berjudul The Jilbab Traveller, karya mbak Asma Nadia dkk, yang di terbitkan oleh AsmaNadia Publishing House, pada tahun 2012, dengan jumlah halaman 344 lembar.

Buku ini memang sudah lama berada di tangan pembaca, namun aku baru meminjamnya di Perpustakaan, yah itulah gunanya perpustakaan, selagi bisa minjam kenapa beli? Hehehe, semboyan anak kuliahan yang kantongnya pas-pasan.

saat membaca buku ini aku merasa mimpiku terasa nyata bersama alur cerita dan juga foto-foto yang disajikan. Tulisan di dalamnya tidak hanya sekedar berkisah tentang pengalaman yang biasa-biasa saja, tapi mulai dari pengalaman yang begitu manis hingga pengalaman yang begitu menekutkan serta menegangkan. buku ini juga dilengkapai kamus bahasa singkat dari berbagai Negara di benua Amerika, Eropa, juga Asia seperti korea tentunya

buku ini mengajak pembacanya untuk berani membangun menara-menara impian, aku banyak belajar dari buku ini, karena jika segala sesuatu yang kita yakni dari awal, dan ia selalu ada di dalam hati kita,  tanpa disadari kita akan diajak berjalan menuju puncak impian itu.

 hal tersebut aku rasakan pada kisah dari seorang mbak Asma Nadia yang kita kenal namanya dengan berbagi karya spektakuler, siapa sangka dulunya hanyalah orang biasa-biasa saja, dan semua itu berawal dari tempelan-tempelan di kulkas yang bergambarkan Negara-negara di berbagai belahan dunia, setiap ial meliahat kulkas itu, ia merasa semakin dekat dengan mimpinya dan itulah yang menjadikannya bersemangat untuk mengapai impian, meski sesibuk apapun ia tetap berpegang teguh pada prinsip yang ia yakini.

Hal tersebut mengajarkan bahwa kita haruslah  menyadari bahwa mimpi itu gratis, siapa pun boleh memilikinya, dan ialah yang akan membawa kita pada suatu perubahan hidup yang biasa menjadi luar biasa.  

Buku ini sangat menggugah pembacanya untuk memiliki keinginan yang sama dengan apa yang dikisahkan dalam buku. Aku berharap suatu hari nanti bisa merasakan apa yang aku rasakan seperti saat membaca buku ini, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, akhir dari tulisan ini aku ingin mengatakan danke sehr.

Ada kalimat yang begitu manis rasanya dari mbak Asma Nadia “Membaca buku juga akan membuka pintu bagi mimpimu keliling dunia”


Selasa, 01 Desember 2015

IMPIAN SEMANIS TEH HANGAT


Impian Semanis Teh Hangat

Assalamualaikum, Annyeong, Gutten Tag…………….

Lama rasanya tak menulis tentang keindahan-keindahan yang ada di muka bumi ini. tangan ini hampir kaku, hingga pikiran pun terus berpikir untuk menulis apa, so akhirnya aku pun menemukan inspirasi malam ini pada secangkir teh hangat yang akan menemaniku menulis. Selasa, 1 Desember 2015, pukul 08. 10 menjadi saksi sejarah bahwa Teh akan melukiskan impian-impianku

Saat seduhan teh selesai, bau serta hangatnya seperti sebuah aromaterapi, dan mengundang untuk meminumnya. Tegukan pertama adalah pembuka bagi setiap keinginan yang ingin kusematkan dalam tulisan ini. Kalau boleh jujur, aku merasa saat menulis tulisan ini serasa berada di antara ruang yang terbuka yang hanya berhiaskan tiang-tiang lalu dikelilingi pohon-pohon hijau, dan aku sedang menyeruput teh hijau ala orang di Jepang sana. Gak apa-apa deh sedikit menghayal, namanya juga ngomongin tentang impian, dan itu bagian dari impianku juga, hehehe.

Baiklah, kembali lagi ke impian semanis teh hangat. Teh itu menyimpan seribu filosofi di dalamnya, pertama, saat dilihat, warnanya seperti senja, dan ketika mengaduknya serasa sebuah lembayung tengah berputar-putar yang kemudian mengeluarkan bau basa yang hangat, setelah itu memberikan keharuman hingga memberikan rileksasi, maka pada saat meminumnya penuh penghayatan hingga mata pun terpejam-pejam karena panasnya, hihihi.
Akhir-akhir ini aku merasa kehidupan yang aku jalani terlalu sulit utuk kutemukan solusinya.  Maka dengan menulislah semua rasa itu tumpah, dan bisa mengurangi gelombang-gelombang kegelisahan yang akan siap mengaktifkan sinyal stress pada diri ini. Impian mampu membuatku tersenyum dan membayangkan keindahan-keindahanya jika ia benar-benar berwujud dalam kehidupanku kelak.

Ya Allah, aku terkadang terharu melihat impianku yang begitu besar, dua dekade (20 tahun) telah aku lalui dalam hidup ini. Impianku begitu hangatnya semanis the hangat yang sedang aku seruput pelan-pelan ini. Tunggu sebentar, seruput tehnya dulu ya………………………

Setelah aku seruput teh yang tidak terlalu hangat, aku merasakan begitu larut dalam impian yang semanis the ini, betapa tidaknya rasanya sudah lama tidak menyeruput te h hangat lagi. Dalam secangkir teh ini aku percaya Allah tumpahkan kekuatan untuku menjalani kehidupan ini dengan penuh keikhlasan. Impian termanisku adalah bisa berkarya dan bisa bermanfaat bagi orang lain, dan itu belum bisa aku wujudkan dalam waktu terdekat ini. Tapi aku percaya bahwa untuk mewujudkannya menjadi nyata perlu sebuah proses, dan juga pengorban, serta kesabaran di dalamnya, seperti sebuah teh tadi, ia akan terasa senasinya saat diseruput hangat-hangat.

Impian paling membuatku melting adalah keliling dunia, karena aku ingin melihat keajaiban-keajaiban yang Allah ciptakan di dunia ini, mempelajari budaya yang berbeda dari setiap tempat yang aku kunjungi, jujur saja saat aku membaca buku perjalanan rasanya separuh jiwaku terasa ada di sana, apalagi jika aku diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu di sana, itu akan terasa manis, semanis teh hangat.
Aku percaya bahwa impian itu akan terwujud di masa depan, ini hanyalah masalah waktu saja.  abaikan hal-hal yang akan melemahkan.

Tiba saatnya tegukan terakhir dari impian semanis teh hangat, dan sebelum itu berlalu, akan ada beberapa patah kata.  Terkadang Allah menghibur kita lewat apa yang ada di depan mata kita, dan itu mengajarkan bahwa sesulit apapun keadaan kita Allah selipkan rasa tenang untuk menghadapinya. Dan akhir kata efharisto poli (terima kasih (Yunani))


Senin, 23 November 2015

Tentang Empat Warna Pelangi Persahabatan


Tentang Empat  Warna Pelangi Persahabatan

Entah kenapa aku suka menulis tentang kenangan. Saat menulis bait demi bait tulisan, rasa bahagia itu selalu mengembang di bibir ini. Dengan menulis kenangan sedikit mengobati rasa kesedihan dalam kehidupan. Aku hanya berharap kalian juga ingat tentang kita. kenangan yang indah perlu diingat sampai kapanpun, mungkin hanya ini saja yang bisa aku berikan untuk kalian. Saat aku ingin menulis tentang kita, inspirasi itu mengalir lewat foto-foto masa lalu yang penuh keluguan. Hidup hanya sekali teman, izinkan aku untuk menulis tentang persahabatan kita dari kecil.

Apa kabar Butet, Ewit, dan juga Tikot, aku kangen kalian, suer demi apapun, hehe, alay ya. Abis baca tulisan ini siap-siap mulas, terus diare ya, tapi tanggung sendiri ya. Kalau begitu saksikan cuplikan-cuplikan kisah kita, jangan lupa siapkan tissue, pop corn, terus  airnya juga ya, hehehe

Tentang Profil Empat Warna Pelangi


Ngomongin profil, ingat gak kita tuh punya panggilan aneh, memang kalian terkadang punya tingkat kejahilan yang kadang yebelin, nama yang indah jadi jelek dan kadang mengundang tawa jika mengingatnya. Ok kita mulai dari paling tua dulu ya, eits sabar jangan marah dulu maksudnya yang paling dewasa pimikirannya, ia adalah sesosok perempuan anggun berkulit putih asli gak pakai pemutih yang nama lengkapnya tri sartika 25 januari 1995, anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, anaknya cukup jail menurutku tapi enak diajak curhat, tau gak apa panggilan kebangsaannya Mak Padu’, entah siapa pencetusnya, tapi yang jelas karena ia memang banyak memiliki tahi lalat di wajah dan dalam bahasa melayu sanggau itu disebut padu, jadilah ia dijuluki mak padu’. Terus ia sekarang sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Tanjungpura, jurusan PGPAUD. Kita doakan supaya apa yang ia inginkan tercapai ya, amin. Sebagai teman aku hanya berpesan padamu, seberat apapun kehidupan yang kau jalani semoga tetap kuat, dan jangan pernah mengadaikan hijabmu dengan apapun. Aku percaya suatu hari nanti pasti kau akan menjadi orang yang sukses.


 Profil selanjutnya ini tentang si Butet dari gua hantu eh bukan, si butet dari medan tentunya. Kelahiran 22 mei 1996, nama aslinya adalah Nursiyah Irma Yanti, nah si butet ini orang yang suka merusak nama orang, apalagi namaku, yang awalnya dipanggil sari jadi jaroy. Yang kuingat ia mengatakan bahwa saat ia menonton film Malaysia, pemainnya ada yang mirip dengan ayahku dan namanya jaroy, jadilah aku dipanggi itu. tapi aku juga punya kebangsaan untuknya dulu yaitu Sam (Sem), kenapa demikian? Karena waktu itu kata semi lagi populer di kepalaku, dan kebetulan ibunya berasal dari dari daerah yang namanya Sami, jadi kupanggil ia dengan nama Sem, impaskan, hehehe. Sekarang ia kuliah di Universitas     Muhammadiyah Yogyakarta jurusan PAI. Teman, aku tahu terkadang kau memilki permasalahan dengan kepercayaan diri, tapi tunjukan pada dunia tentang kehebatannmu, ingat impian yang sudah tertanam kuat di dasar hatimu.


Nah kalau yang ini si mungil hitam manis, dewi ismiyati, kelahiran 19 Desember 1995. Kalau yang ini gak ada julukannya, cause orangnya kalau udah marah susah dihibur. Dia hanya mau dipanggil ewit saja, jadi deh dipanggil ewit. Di balik benteng kekuataannya ada ibunya yang sungguh luar biasa menurutku, bisa membesarkan anaknya seorang diri, hingga jadilah ewit seperti sekarang ini. aku tahu di balik tembok hati tersimpan kesedihan yang mungkin tidak semua orang bisa menghadapinya, hidup tanpa kasih sayang seorang ayah. Mungkin karena sudah terbiasa, ia menghabiskan tanpa sosok itu, kesedihan itu pun tak diperlihatkan. Aku sungguh salut dengannya apalagi dengan ibunya. semoga dengan Allah memberikanmu kesempatan untuk mendapatkan beasiswa di Universitas Tanjungpura, fakultas ekonomi, akan membantumu dalam hal financial di masa depan. kita doakan, ya.


Tentang aku, dulu aku orang yang biasa-biasa aja, namun kalianlah yang  membuat hariku menjadi luar biasa, hehe alay ya. Kalau yang serius ya. Aku kelahiran pasti udah tahu 1 Agustus 1995, di desa tercinta Balai Karangan. Aku orang yang sedikit keras kepala, dan dulunya suka ngelamun, tapi gak sampai kesurupan. Hehehe. Aku oleh si butet dan kedua temanku ini sering memanggilku dengan sebutan Jaroy, awalnya aku gak terima, tapi lama-kelamaan ya sudahlah, bubur sudah menjadi basi. Aku orang yang memilki banyak impian, tapi kalau udah jatuh behhhh, terpuruknya minta ampun, dan kini mulai bangkit dengan kehidupan baru di IAIN Pontianak, semoga istitiqamah dalam menjalani kehidupan aja.

Spektrum keceriaan ala anak SD

Ngomongin tentang keceriaan, apalagi masa kecil saat duduk di bangku sekolah dasar, bagaikan sayur yang rasanya pas, hehe plus masa kecil sangat bahagia. Aku, butet, ewit, dan mak padu’ bersekolah di MIS al- wardah di Balai Karangan. Entah kenapa rasa kebersamaan itu muncul begitu saja. sebenarnya tidak hanya kami berempat yang berteman namun melainkan ada yang lain juga, maka kenangan ini kupersembahkan juga untuk teman-teman di masa SD yang pernah merasakan hal yang sama. Kalau mengingat masa SD itu loh, terkadang bisa senyum-senyum sendiri.

Ingat gak saat kita bermain di  depan kelas, pada waktu itu permainannya mungkin hanya satu-satunya yang ada dunia, yaitu bermain guling-guling di jurang, tapi jurangnya gak seseram yang kalin pikirkan ya, jurangnya cukup tinggi namun rumput-rumput yang tinggi menghiasi depan kelas, tapi ternyata ada manfaatnya juga bermain guling-guling di jurang ini, rumputnya hampir rata, tidak perlu dipotong lagi. Banyak  sekali kenangan di depan kelas itu, setiap kali aku menoleh ke arah sekolah kita teman.

Tapi, ada satu hal yang cukup mengelitik juga, ingat kan Tet, Wit, Kot, dengan yang namanya Maya, ia mengaku punya kekuatan bisa mengangkat sekolah, terus entah kenapa waktu itu dia, berjalan di depan jurang seperti orang kesurupan dan sampai di tepi jurang langsung pingsan, hahaha memang pembohong hebat ya, dulunya kita percaya-percaya aja hal yang begituan. Terus si Iga ingat gak dia bilang bahwa ayahnya pernah bawa mobil opletnya dengan cara terbang. Mungkin itu bisa dibilang dongeng tak masuk akal.

Ingat deh dulu waktu SD bertemannya juga ada genknya, kita termasuk genk alim. Soal penampilan uh, pada culun-culun deh. Ingat ada satu foto yang membuktikan bahwa keculunan itu sangat mengundang tawa, waktu itu aku masih memakai kerudung panjang, lucu aja sekolahnya pakai kerudung tapi baju dan roknya setengah tiang. Dan pada saat itu juga aku dipanggil panjang, sebelum dipanggil jaroy.

Ikatan rasa yang kuat

Setelah masuk masa SMP, kedekatan itu pun menjadi trend di setiap harinya, apalagi karena satu kelas, tapi hanya tikot yang beda kelas. aku merasa bahwa ewit, dan butet adalah sahabat yang tak terpisahkan waktu itu, ke mana-mana pasti selalu bersama, sampai waktu ngojek aja sering bertanjal. Hahaha. Banyak hal yang tak bisa kulupakan tentang kebersamaan itu, lewat kalianlah awal aku berani untuk menjadi orang mengukir impian. Ikatan rasa yang begitu kuat itu sulit untuk terhapus dari memori ini teman. Ingat gak saat kita mangang di rintau, aku merasa ikatan persahabatan itu terasa sangat dan sangat kuat, melebihi apapun. Sampai saat ini aku merasa rindu dengan kalian, rindu saat kita manggang ikan yang walaupun aku tak suka makan ikan, tapi aku suka masa-masa itu, tertawa sama-sama, dan melihat keindahan ciptaan tuhan bersama, sumpah rindu abis sob.

Foto di atas mungkin foto terakhir kita pada saat libur bulan puasa saat libur semester, tapi aku merasa visi misi kita telah berbeda, tapi semoga kapan-kapan lagi kita bisa ngumpul bareng. Juga encolet adalah momentum yang tak bisa terlupakan dalam kehidupan ini, hehehe. Sensasi sambal belacan buatan tika, dan ulekan si butet, dan melihat ewit dengan muka masamnya saat menyoletkan buah yang asam, atau sensasi tersedak ala diriku, hingga membuat diriku merasa untuk ribuan kalinya menyebut aku kangen kalian!!!!!

foto bersama teman-teman SD dan SMP